Jumat, 18 November 2011

Kurikulum PAI sebagai Kurikulum Unggulan di Sekolah

PENDAHULUAN
Kurikulum merupakan rancangan pendidikan yang nerangkum semua pengalaman belajar yang disediakan bagi siswa disekolah. Dalam kurikulum terintregasi oleh filsafat, nilai-nilai, pengetahuan, dan perbuatan pendidikan. Kurikulum disusun oleh ahli pendidikan atau ahli kurikulum, ahli bidang ilmu, pendidik, pejabat pendidikan serta unsur-unsur masysrakat lainya. Rancangan ini disusun dengan maksut memberi pedoman bagi paa pelaksana pendidikan, dalam proses pembimbingan perkembangan siswa, mencapai tujuan yang di cita-citakan oleh siswa sendiri, keluarga, maupun masysrakat.
Perwujudan konsep, prinsip dan aspek-aspek kurikulum tersebut seluruhnya terletak pada guru. Oleh karena itu, gurulah pemegang kunci pelaksanaan dan keberhasilan kurikulum. Dialah sebenarnya perencana, pelaksana , penilai dan pengembang kurikulum sesungguhnya. Suatu kurikulum diharapkan memberikan lanasan, isi, dan menjadi pedoman bagipengembangan kemampuan siswa secara optimal sesuai dengan tuntutan da tantangan perkembangan masuarakat.
Begutu juga dengan kurikiulum Pendidikan Agama Isam (PAI) misalnya, ketika kurikulum tersebut ingin dijadikan sebagai acuan kurikulum yang lain atau kurikulum PAI ingin dijadikan sebagai kurikulum ungulan, maka kurikulum tersebut harus mempunyai prinsip-prinsip dalam pengembangan kurikulum berbasis unggulan.
Rumusan Masalah :
1.      Mengetahui prinsip kurikulum PAI
2.      Mengetahui Straegi yang digunakan
3.      Mengetahui pengembangan PAI lebih lanjut
4.      Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kurikulum PAI
5.      Artikulasi dan hambatan kurikulum PAI
6.      Hambatan-hambatan kurikulum PAI
7.      Model-model pengembangan kurikulum PAI

PEMBAHASAN
A.    Prinsip pengembangan kurikulum PAI
Dalam pengembangan kurikulum diperlukan prinsip-prinsip, baik prinsip umum ataupun prinsip khusus.
Prinsip umum dalam pengembangan kurikulum mencakup: Pertama relevavsi yaitu relevansi yang sesuai dengan tujuan, isi dan proses belajar yang tercakup dalam kurikulum hendaknya relevan dengan tuntutan, kebutuhan dan perkembanagn masyarakat. Kedua fleksibelitas adalah kurikulum yang bersifat lentur dan flesibel, artinya bahwa kurikulum berisi hal-hal yang solid, tetapi dalam pelaksanaanya memungkinkan terjadinya penyusaian-penyusaian berdasarkan kondisi daerah, waktu maupun kemampuan dan latar belakang anak.
Ketiga kontinuitas yaitu proses belajar mengajar berlangsung secara berkesinambungan tidak terputus-putus atau berhenti. Keempat praktis, yaitu mudah dilaksanakan, dengan alat-alat sederhana dan biaya yang murah. Kelima efektifitas yaitu meskipun kurikulum tersebut sederhana dan murah tetapi keberhasilanya harus tetap diperhatikan, baik secara kuantitas maupun kualitas.
Prinsip khusus antara lain : 1) Prinsip berkenaan dengan tujuan pendidikan, tujuan menjadi pusat kegiatan dan arah semua kegiatan pendidikan. 2) Prinsip berkenaan dengan pemilhan isi pendidikan, memilih isi pendidikan yang sesuai dengan tuntutan, kebutuhan serta perkembangan masyarakat. 3) Prinsip berkenaan dengan proses belajar mengajar, menentukan  praktek belajar mengajar yang sesuai dengan proses pendidikan meliputi teknik, metode dan skil.  4) Prinsip berkenaan dengan pemiliham media dan alat pengajaran, proses belajar mengajar yang baik perlu didukung oleh penggunaan media dan alat bantu pengajaran yang tepat. 5) Prinsip berkenaan dengan pemilihan penilaian, yaitu meneliti hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum adanya penilaian, misalnya penilaian membutuhkan alat penilaian, perencanaan suatu penilaian dan pengolahan suatu hasil penilaian

B.     Strategi yang digunakan
Kurikulum dapat diartikan sebagai sejumlah mata pelajaran dan materi yang harus dikuasai peserta didik untuk memperoleh suatu target pencapaian prestasi belajar. Ada pengertian lain dari kurikulum, diantaranya kurikulum sebagai rencana kegiatan untuk menuntun engajaran. Kurikilum juga diartikan sebagai dokumen tertulis untuk pendidikan selama disekolah.
Dalam rangka memenuhi kebutuhan sekolah, kurikulum pemdidikan agama Islam difungsikan sebagai pembentuk akhlaqul karimah bagi peserta didik. Agar tercapai kurikulum unggulan khususnya ditingkat dasar, maka perlu diterapkan sebuah strategi pengembanganya, namun perlu adanya prinsip-prinsip pngembangan kurikulum tersebut, yaitu prinsip relevensi, evesiensi, dan prinsip kontinuitas.
Dalam perkembangan muncul berbagi konsep pengembangan kurikulum. Pengembangn kurikulum pada dasarnya terutama terletak pada masalah pendekatan belajar.
Strategi yang perlu diterapkan dalam pengembangan mata peajaran pendidikan agama Islam adalah kurikulum yang mengandung beberapa prinsip :
1.      Keimanan, nilai dan budi ekrti luhur
2.      Penguatan integritas nasional
3.      Keseimbangn etika, estetika, logika dan kinestika
4.      Kesamaan dalam memperoleh kesempatan
5.      Abad pengetahuan dan teknologi
6.      Pengembangn ketrampilan hidup
7.      Berpusat pada siswa dengan penilaian berkelanjutan komperhensif
8.      Pengembangn menyeluruh.

C.    Pengembangan kurikulum PAI
Dalam pengembangan kurikulum banyak pihak yang turut berpatisipasi antara lain administrator pendidikan, para ahli, guru-guru dan orang tua murid
1.      Peranan administrator pendidikan
NO
PERAN
KETERANGAN
1
Administrator Pendidikan
Menyusun dasar-dsaar hukum dan kerangka serta program inti (minimum course)
2
Administratot tingkat pusat
Berkerjasama dengan para ahli dan  ahli bidang studi di perguruan Tinggi untuk meminta persetujuan atas perencanaan  kurikulum di sekolah
3
Administrator daerah
Mengembangkan kurikulun bagi sekolahnya yang sesuai dengan kebuuhan daerahnya
4
Kepala sekolah
Memberikan dorongan dan bimbingan kepada guru dalam pengembangn kurikulum
5
Guru-guru
Menyusun rencana pengembangn kurikulum yang selalu mendapat dorongan dari kepala sekolah atau administrator lainya

2.      Peranan para ahli
Partisipasi para ahli pendidikan dan ahli kurikulum terutama, sangat dibutuhkan dalam pengembangan kurikulum pada tingkat pusat. Apabila pengembangan sudah banyak dilakukan pada tingkat daerah maupun lokal, maka partisipasi mereka pada tingkat daerah, lokal bahkan sekolah juga sangat diperlukan, sebab apa yang telah digarisskan pada tingkat pusat belum tentu dengan mudah dapat dipahami oleh para pengembang dan pelaksana kurikulum daerah. Oleh karena itu, pngembangan kurikulum juga membutuhkan partisipasi para ahli bidang studi atau bidang ilmu yang juga mempunyai wawasan tentang pendidikan serta perkembangn tntuntan masyarakat.
3.      Peranan guru-guru
Guru mempunyai peranan sangat penting baik dalam perencanaan ataupun pelaksanaan kurikulum. Dia adalah perencana, pelaksana dan pengembang kurikulum bagi kelasnya.
NO
PERAN  GURU
KETERANGAN
1
Penerjemah kurikulum
Mengolah, meramu kembali kurikulum untuk disajikan dikelasnya, mengevaluasi kurikulum menjadi lebih sempurna
2
Penilai perilaku dan prestasi belajar
Menilai implementasi kurikulum, dengan demikian guru bisa mengetahui hambatan-hambatan dalam kurikulum dan pada ahirnya dapat membantu mengoptialkan kegiatan guru
3
Pelajar dalam masyarakatnya
Guru selalu belajar struktur sosial masyarakat.nilai-nilai utama masyarakat, pola-pola tingkah laku dan masyarakat
4
Sebagai pelaksana kurikulum
Menciptakan kegiatan belajar mengajar bagi gurunya

4.      Peranan orangtua murid
Peranan orang tua dalam pengembangan kurikulum terkait dengan penyusunan  kurikulum dan pelaksana kurikulum. Dalam penyusunan kurikulum tidak semua orang tua ikut serta hanya terbatas kepada beberpa orang saja yang mempunyai waktu dan latar belakan yang memadai. Peran orang tua sebagai pelaksana kurikulum diperlukan kerjasma yang sagat erat antara guru atau sekolah. Melalui pengamatan dalam kegiatan belajar irumah, hal ini menuntut orang tua untuk berpartisipasi dalam pengembangan kurikulum terutama dalam bentuk pelaksanaan kegiatan belajar yang sewajarnya, minat yang penuh,usaha yang sungguh-sungguh, penyelesaian tugas serta partisipasi daam setiap kegiatan disekolah.

D.    Faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan kurikulum PAI
1.      Perguruan Tingi
Kurikulum Lembaga Pendidikan Lembaga Pendidikan juga ,e,pengaruhi pengembangan kurikulum. Kurikulum minimal mendapat dua pengaruh dari Perguruan Tinggi. Pertama, dari ilmu pengetahuan dan teknologi yang di kembangkan di Perguruan Tinggiumum. Kedua, dari pengembangan ilmu pendidikan dn keguruan serta penyapan guru-guru di perguruan Tinggi Keguruan (Lembaga Pendidikan Tenaga Pendidikan)
2.      Masyarakat
Sekolah merupakan bagian dari masyarakat dan mempersiapkan anak untk kehidupan dimasyarakat. Sebagai bagian dari agen masyarakat, sekolah sangat dipengaruhi oleh lingkungan masyarakat dimana sekolah tersebut itu berada. Isikurikulum hendakna mencerminkan kondidi dan dapat memenuhi tuntutan dan kebutuhan masyarakat disekitarnya.
3.      Sistem Nilai
Dalam kehidupan masyarakat terdapat sistem nilai, baik nilai moral, keagamaan, sosial, budaya maupun nilai politis. Sekolah sebagai lembaga masyarakat juga mempuyiatanggung jawab dalam pemeliharaan dan penerusan nilai-nilai tersebut. Sistem yang akan dipelihra dan diteruska tersebut harus diintegrasikan dalam kurikulum.
E.     Artikulai  dan hambatan pengembangan kurikulum PAI
Artikulasi dalam pendidikan berarti “ kesatupaduan serta koordinasi segala pengaaman belajar” untuk merealisasikan artikua=lasi kurikulum, perlu meneliti kurikulum secara menyeluruh,mebuang hal-hal yang tidak diperlkan, menghilangkan duplikasi, merevisi metode serta isi pengajaran, mengusahakan perluasan dan kesinambungan kurikulum

F.     Hambatan-hambatan pengembangan kurikulum
Dalam pengemangan kurikulu terdapat bebrapa hambatann antara lain
1.      Guru, guru kurang berpartisipasi dalam pengembangn kurikulum
2.      Masyarakat, pngemangan kurikulum pelu adanya dukungna dari masyarakat, baik dalam pembiayaan mupun dala memerikan umpan balik terhadap sistem pendidikan atau kurikulum yan sedang berjalan.
3.      Biaya, untuk pengembangn kurikulum, palagi yang berbentuk eksperimen baik metode, isi atau sistem secara keseluruhan membutuhkan baya yang tidak sedikit.

G.    Model-model pengembangn kurikulum PAI
1.      The Administrative Model
Model pengembangn kurikulu ini merupakan model aling lama dan paling banyak dikenal, karena inisiatif dan gagasan pengembangan datang dari administrator pendidikan dan menggunakan prosedur administrasi.
2.      The Grass Roots Model
model pengembangn kurikulum ini datang dari inisiatif guru-uru ataupun sekolah terkait.
3.      Beauchamp’s System
Model ini diciptakan oleh Beauchamp mengemukakan lima hal dalm pengembangan kurikulum :
1.      Menentukan arena atu lingup wilayah
2.      Menetapkan personalia
3.      Organisasi dan prosedur pengembangn kurikulum
4.      Implementasi kurikulum
5.      Evaluasi kurikulum
4.      The Demonstration Model
Model ini hampir sama dengan graas roots, model ini diprakarsai oleh sekolompok giru ataus sekelompok guru berkerja sama dengan ahli yang dimaksud mengadakan perbaikan kurikulum
5.      Taba’s Inviried Model
Ada lima angkahpengembangn kurikulum menurut model Taba :
1.      Mengadakan unit-unit eksperimen bersama guru-guru
2.      Menguji unit eksperimen
3.      Mengadakan evauasi daan kosolidasi
4.      Pengembangan keseluruhan kerangka kurikulum
5.      Implementasi dan desiminasi.
6.      Roger’s Interpersonal Relation Model
Ada empat langkah pengembangan kurikulum menurut Roger’s :
1.      Pemilihan target dan sitem pengembangan
2.      Partisipasi guru dalam pengalaman kelompok yan intensif
3.      Pengembangn pengalaman kelompok yan intensif untuk satu kelas atau unit pelajaran
4.      Partisipasi orang tua dalam kegiatan kelompok.
7.      Emergening Technical Models
Model kurikulum ini didasarkan pada asumsi bahwa perkembangan kurikulum merpakan perbahan sosial yang mencakup suatu proses yang melibatkan orang tua, siswa guru, struktur sistem sekolah, pola hubungan pribadi dan kelompok.

PENUTUP
Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai pendidikan tujuan pendidikan tertentu. Tujuan tertentu ini meliputi tujuan pendidikan nasional serta kesesuaian serta kekhasan, kondisi dan potensi daerah, satuan pendidikan dan peserta didik. Oleh sebab itu kurikulum disusun oleh satuan pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yag aada didaerah.
Pendidikan Agama Islam (PAI) di tingkat sekolah dasar yang semula merupkan sebuah mata pelajaran utama dalam mendidik pesrta didik mengenal bentuk-bentuk integritas moral, akhir-akhir ini mulai dikesampingkan, bahkan hanya dipandang sbelah mata.
Seiring tersebut diatas perl dibuat strategi variasi dalam pengembangan kurikulum pendidika agama Islam tingkat sekolah dasar. Agar mata peajaran pendidikan agama Islam tidak hanya sekedar namanya saja. Untuk itu satuan pendidikan beserta pihak yang terkait terutama perlu mengadakan suatu kebijakan pengembangan kurikulum tersebut sesuai kemampuan, sarana dan prasarana yang ada.

DAFTAR PUSTAKA
Drs. Ali. Rohmad, M.Ag. Kapita Selekta Pendidikan. Teras. Yogyakarta. 2009
Pendidikan Agama Islam Sebagai Kurikulum Unggulan di Sekolah.com
Taufikul hakim. Pendidikan berbasis Kompetisi dan Kompetensi. Al-falah. Jepara. 2004

Tidak ada komentar:

Posting Komentar